NASI DARI BERAS
A
pakah istilah seperti itu benar??apakah cara membuat nasi semudah itu??itu menurut saya hanya pikiran anak TK yang baru saja naik ketingkat SD,bagi saya yang sudah ketingkat universitas pikiran terlalu singkat itu adalah perbuatan yang kurang bertanggung jawab . sebelum kita bahas terlalu jauh masalah ini alangkah baiknya kita kupas satu per satu pembuatan beras sampai menjadi nasi ..
Nasi yang sudah menjadi bahan makanan pokok Indonesia sejak lama itu menjadi tradisi bangsa kita yaitu Indonesia,seperti saja perayaan khitanan sampai pernikahan,jadi menurut saya kita memang pantas untuk membahas beras sampai menjadi nasi,seperti ulasan berikut ini :
1. Pilih beras dan usahakan sebelum kita memilih beras kita harus tahu kebutuhan orang yang mengkonsumsinya,supaya kita tidak membuang sisa beras atau kurang setelah kita memprosesnya menjadi nasi .
2. cuci beras sampai bersih di panci usahakan untuk jangan lagi terdapat beras yang kering atau masih menjadi gabah .
3. lalu langkah selanjutnya adalah memilih dandang (tempat/alat untuk menanak nasi)atau pun dizaman yang sudah modern seperti saat ini kita bisa memakai rice cooker.
4. sesudah itu masukkan beras yang sudah di cuci tersebut ke dalam dandang/rice cooker .
5. langkah selanjutnya adalah masukkan air kedalam dandang atau rice cooker secukupnya usahakan untuk tidak kekurangan air apalagi kelebihan airnya,karena berdampak bila kekurangan air menjadi keras atau bila kelebihan air akan menjadi bubur atau menjadi lembek
6. langkah selanjutnya adalah memasaknya menggunakan kalor/panas/api menggunakan kompor atau bila menggunakan rice cooker hanya mencolok listrik,lalu kita hanya harus menunggu saja kira-kira 15 menit hingga beras tersebut sudah menjadi nasi .
7. langkah terakhir adalah meniriskan atau mengaduk nasi yang sudah matang tersebut hingga rata ,supaya panasnya merata hingga kebagian yang bawah ,lau setelah itu nasi siap untuk disantap bersama lauk dan sayurnya .
Ternyata membuat beras sampai ke nasi ada tujuh langkah yang menurut saya bila salah satunya dihilangkan akan gagal lah pembutan nasi tersebut ,apa kaitan ini dalam kehidupan sehari – hari??apakah ada hubungan pembutan beras menjadi nasi?? Itulah tujuan saya menulis hal ini,karena disini terdapat hal – hal mengenai kemasyarakatan dan Sosial,yang bila kita telaah lebih dalam semua nya berkaitam satu sama lain . inilah ulasan menurut saya :
apakah kita pernah berfikir petani yang sudah bekerja keras untuk mendapatkan nasi yang kita butuhkan sehari - hari, mereka rela berpanas-panasan untuk mendapatkan padi nyang baik lalu di proses hinnga menjadi nasi,lalu kita yang tinggal di perkotaan seolah-olah kita tidak peduli akan hal itu,dimana rasa kemasyarakatan kita?? Dimana keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang sudah jelas tercantum di PANCASILA,apakah itu semua hanya tulisan yang tak bermakna??kita harus sadar jika suatu saat nanti, tidak ada lagi petani yang mau berurusan dengan padi,bagaimana nasib kita semua??kelaparan akan lebih merajalela dimana- mana,jangan salah sekarang saja kita sudah mengimpor beras dari Negara seberang kita yaitu philipina dan Thailand,itu menunjukkan bahwa nilai ekspor untuk Negara kita ini menurun drastis,padahal apabila kita dapat mempertahankan nilai ekspor kita,itu akan manambah nilai devisa untuk Negara yang notabene nya meminjam dana terbanyak di IMF (international monetary federation).maka dari itu kita semua harus berubah tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi masyrakat yang lebih baik kepada masyrakat yang lain contonya saja terhadap petani yang sudah bersusah payah demi kita semua,meski dengan penghidupan yang jauh dari kemewahan seperi kita yang hidup diperkotaan yang sudah modern yang dilengkapi dengan gedung – gedung bercakar langit,yang sebetulnya merusak lapisan ozon bumi sehingga sekarang berdampak pemanasan global atau nama familiarnya yaitu global warming,balik lagi kepermaslan kita yang tadi tentang petani ..
Lalu bagaimana kita mengusahakan untuk para petani mempertahankan pekerjaanya tanpa mengurangi hak – hak mereka??apakah dengan membuatkan gedung – gedung??apakah dengan kita berikan mereka para petani mobil satu – Satu?? pikiran konyol tersebut adalah untuk orang – orang yang tidak mempedulikan hak dan kemasyarkatan seseorang,mereka hanya berfikir layaknya anak SD yang sedang belajar mengoceh seenaknya saja.kita sebagai makhluk beriman dan berkebangsaan tidaklah pantas berfikir demikian . Jadi apa yang harus kita lakukan ?? kalau menurut pandangan saya sebagai penulis,kita harus sering mendatangi untuk survey secara langsung terhadap para petani tersebut sehingga kita dapat secara langsung merasakan apa sih problem/masalah yang mereka hadapi saat ini,dan dari situ kita bisa tahu dari segi apa kita bisa membantu para petani tersebut.jadi jangan sampai salah kita mempergunakan harta kita,karena ingat tidak semua mau untuk dibantu dengan MATERI yang kita punya ,ada beberapa sebagian masyarakat yang butuh dibantu untuk menumbuhkan rasa kepercayaan dirinya,mentalnya dan lain –lain yang berhubungan dengan kejiwaan bukan Benda .
Dari saya sendiri sih belum pernah melakukan hal yang telah saya kemukakan seperti yang diatas tapi insya Allah jika tuhan mengizinkan saya ingin sekali mewujudkannya.saya kira sampai disini saja yang bisa tuliskan untuk hal yang mengenai BERAS HINGGA MENJADI NASI,hingga hubunganya tentang kehidupan sehari-hari dan KEMASYARAKYATAN kita,semoga para pembaca yang membaca ini mendapatkan ilmu yang bermaanfaat sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari – hari .
Terima kasih ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar