Minggu, 10 Oktober 2010

tugas isd-1

NASI DARI BERAS
pakah istilah seperti itu benar??apakah cara membuat nasi
semudah itu??itu menurut saya hanya pikiran anak TK yang
baru saja naik ketingkat SD,bagi saya yang sudah ketingkat
universitas pikiran terlalu singkat itu adalah perbuatan yang
kurang bertanggung jawab . sebelum kita bahas terlalu jauh
masalah ini alangkah baiknya kita kupas satu per satu pembuatan beras
sampai menjadi nasi ..
Nasi yang sudah menjadi bahan makanan pokok Indonesia sejak lama
itu menjadi tradisi bangsa kita yaitu Indonesia,seperti saja perayaan
khitanan sampai pernikahan,jadi menurut saya kita memang pantas untuk
membahas beras sampai menjadi nasi,seperti ulasan berikut ini :
1. Pilih beras dan usahakan sebelum kita memilih beras
kita harus tahu kebutuhan orang yang
mengkonsumsinya,supaya kita tidak membuang sisa
beras atau kurang setelah kita memprosesnya menjadi
nasi .
2. cuci beras sampai bersih di panci usahakan untuk
jangan lagi terdapat beras yang kering atau masih
menjadi gabah .
3. lalu langkah selanjutnya adalah memilih dandang
(tempat/alat untuk menanak nasi)atau pun dizaman
yang sudah modern seperti saat ini kita bisa memakai
rice cooker.
4. sesudah itu masukkan beras yang sudah di cuci
tersebut ke dalam dandang/rice cooker .
5. langkah selanjutnya adalah masukkan air kedalam
dandang atau rice cooker secukupnya usahakan untuk
tidak kekurangan air apalagi kelebihan airnya,karena
berdampak bila kekurangan air menjadi keras atau
bila kelebihan air akan menjadi bubur atau menjadi
lembek
6. langkah selanjutnya adalah memasaknya
menggunakan kalor/panas/api menggunakan kompor
atau bila menggunakan rice cooker hanya mencolok
listrik,lalu kita hanya harus menunggu saja kira-kira
15 menit hingga beras tersebut sudah menjadi nasi .
7. langkah terakhir adalah meniriskan atau mengaduk
nasi yang sudah matang tersebut hingga rata ,supaya
panasnya merata hingga kebagian yang bawah ,lau
setelah itu nasi siap untuk disantap bersama lauk dan
sayurnya .
Ternyata membuat beras sampai ke nasi ada tujuh langkah yang
menurut saya bila salah satunya dihilangkan akan gagal lah pembutan
nasi tersebut ,apa kaitan ini dalam kehidupan sehari – hari??apakah
ada hubungan pembutan beras menjadi nasi?? Itulah tujuan saya
menulis hal ini,karena disini terdapat hal – hal mengenai
kemasyarakatan dan Sosial,yang bila kita telaah lebih dalam semua
nya berkaitam satu sama lain . inilah ulasan menurut saya :
apakah kita pernah berfikir petani yang sudah bekerja keras
untuk mendapatkan nasi yang kita butuhkan sehari - hari, mereka rela
berpanas-panasan untuk mendapatkan padi nyang baik lalu di proses
hinnga menjadi nasi,lalu kita yang tinggal di perkotaan seolah-olah
kita tidak peduli akan hal itu,dimana rasa kemasyarakatan kita??
Dimana keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang sudah jelas
tercantum di PANCASILA,apakah itu semua hanya tulisan yang tak
bermakna??kita harus sadar jika suatu saat nanti, tidak ada lagi petani
yang mau berurusan dengan padi,bagaimana nasib kita
semua??kelaparan akan lebih merajalela dimana- mana,jangan salah
sekarang saja kita sudah mengimpor beras dari Negara seberang kita
yaitu philipina dan Thailand,itu menunjukkan bahwa nilai ekspor
untuk Negara kita ini menurun drastis,padahal apabila kita dapat
mempertahankan nilai ekspor kita,itu akan manambah nilai devisa
untuk Negara yang notabene nya meminjam dana terbanyak di IMF
(international monetary federation).maka dari itu kita semua harus
berubah tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi masyrakat
yang lebih baik kepada masyrakat yang lain contonya saja terhadap
petani yang sudah bersusah payah demi kita semua,meski dengan
penghidupan yang jauh dari kemewahan seperi kita yang hidup
diperkotaan yang sudah modern yang dilengkapi dengan gedung –
gedung bercakar langit,yang sebetulnya merusak lapisan ozon bumi
sehingga sekarang berdampak pemanasan global atau nama
familiarnya yaitu global warming,balik lagi kepermaslan kita yang tadi
tentang petani ..
Lalu bagaimana kita mengusahakan untuk para petani
mempertahankan pekerjaanya tanpa mengurangi hak – hak
mereka??apakah dengan membuatkan gedung – gedung??apakah
dengan kita berikan mereka para petani mobil satu – Satu?? pikiran
konyol tersebut adalah untuk orang – orang yang tidak mempedulikan
hak dan kemasyarkatan seseorang,mereka hanya berfikir layaknya
anak SD yang sedang belajar mengoceh seenaknya saja.kita sebagai
makhluk beriman dan berkebangsaan tidaklah pantas berfikir
demikian . Jadi apa yang harus kita lakukan ?? kalau menurut
pandangan saya sebagai penulis,kita harus sering mendatangi untuk
survey secara langsung terhadap para petani tersebut sehingga kita
dapat secara langsung merasakan apa sih problem/masalah yang
mereka hadapi saat ini,dan dari situ kita bisa tahu dari segi apa kita
bisa membantu para petani tersebut.jadi jangan sampai salah kita
mempergunakan harta kita,karena ingat tidak semua mau untuk
dibantu dengan MATERI yang kita punya ,ada beberapa sebagian
masyarakat yang butuh dibantu untuk menumbuhkan rasa
kepercayaan dirinya,mentalnya dan lain –lain yang berhubungan
dengan kejiwaan bukan Benda .
Dari saya sendiri sih belum pernah melakukan hal yang telah
saya kemukakan seperti yang diatas tapi insya Allah jika tuhan
mengizinkan saya ingin sekali mewujudkannya.saya kira sampai disini
saja yang bisa tuliskan untuk hal yang mengenai BERAS HINGGA
MENJADI NASI,hingga hubunganya tentang kehidupan sehari-hari
dan KEMASYARAKYATAN kita,semoga para pembaca yang membaca
ini mendapatkan ilmu yang bermaanfaat sehingga bisa diterapkan
dalam kehidupan sehari – hari .
Terima kasih ..

npm: 24110434
nama: mohamad farhan khan
kelas: 1kb01

Tidak ada komentar:

Posting Komentar